PILKADA ARTIS

Setiap Daerah di Indonesia Mempunyai Pemimpin diantaranya adalah Gubernur, Bupati dan wali kota. Untuk memilih pemimpin tersebut maka pemerintah pusat melaksanakan pemilihan langsung yang dilakukan oleh rakyat dalam satu daerah. Pemilihan ini biasa disebut sebagai PILKADA.

Pemilihan kepala daerah atau yang biasa disebut PILKADA atau Pemilukada dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat yang memenuhi syarat. Pemilihan kepala daerah dilakukan satu paket bersama dengan wakil kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah yang antara lain Gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, Bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta Wali kota dan wakil wali kota untuk kota.

Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dengan diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. Sedangkan Khusus untuk daerah Aceh, Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) dengan diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Aceh (Panwaslih Aceh).

Pengertian Lain tentang Pilkada adalah Pemilihan Gubernur dan pemilihan Bupati/Walikota yang merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat di provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memilih Gubernur dan Bupati/Walikota berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurut KEMENDAGRI menyatakan bahwa dasar hukum penyelenggaraan PILKADA adalah sebagai berikut :

 

Akhir-akhir ini banyak artis yang ikut andil dalam meramaikan PILKADA. Pekerjaan di dunia keartisan sepertinya membosankan bagi sebagian pelaku dunia entertainment. Sampai-sampai beberapa di antaranya memilih untuk banting setir dan mencoba peruntungan dengan ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Menjadi calon Kepala Daerah atau pemimpin suatu daerah memang memiliki gengsi yang tinggi. Nama dan kedudukan akan didapat dan tentunya segala pujian saat mereka berhasil memimpin sebuah daerah. Tentu ini bukan menjadi hal yang baru karena banyak artis yang sudah menjadi anggota DPR.

 

Jika menilik kebelakang ada nama setenar Zumi Zola. Setelah sempat menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur, pesinetron Zumi Zola Zulkifli resmi berpasangan dengan Fachrori Umar untuk maju pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jambi pada 9 Desember 2015 lalu. Dan saat ini telah menjabat menjaadi Gubernur Jambi untuk kurun waktu 5 tahun yang akan mendatang.

Vokalis band Ungu, Sigit Purnomo atau lebih dikenal dengan Pasha Ungu resmi menjadi calon wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah. Dengan dikawal pendukungnya, Pasha berpasangandengan Hidayat mendaftar ke kantor KPU Palu. Mengikuti jejak keberhasilan Zumi Zola, pasha pun sekarang remi dilantik menjadi Walikota Palu. Dan masih banyak artis lainnya.Banyak pertanyaan yang muncul ketika mereka mencalonkan diri dalam PILKADA tersebut.

Secara konstitusional, setiap warga negara berhak untuk ikut terlibat dalam kegiatan politik. Pun demikian halnya dengan kalangan artis yang notabene mereka juga warga negara biasa. Sehingga tidak ada yang dapat melarang seorang artis untuk ikut terlibat dalam dunia politik. Pertanyaan yang kemudian mucul adalah layakkah seorang artis menjadi anggota legislatif?. Pertanyaan itu muncul mengingat seorang artis lebih identik dengan kehidupan yang glamor dan hura-hura sehingga dirasa tidak memiliki kemampuan untuk menjadi anggota legislatif. Sering kali juga seorang artis dianggap hanya mengandalkan sisi popularitas yang tinggi dan kadang kurang memiliki kapasitas maupun kapabilitas yang mumpuni untuk mencalonkan diri sebagai caleg. Faktor itulah yang yang membuat seorang artis yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif terkesan hanya aji mumpung. Idealnya siapapun anggota dewan legislatif yang kelak terpilih, orang tersebut haruslah memiliki kapasitas serta kemampuan untuk mengemban amanah dari rakyat. Tidak hanya mengandalkan faktor terkenal atau popularitas semata. Tetapi lebih ditekankan kepada kemampuannya membangun negara dengan mewujudkan aspirasi serta kesjahteraan rakyat.

Berikut adalah faktor-faktor yang mungkin belum dimiliki oleh artis-artis untuk menjadi wakil/ pemimpin rakyat.

Yang pertama adalah Pengalaman. Untuk pengalaman menghibur masyarakat Indonesia, maka tidak perlu dipertanyakan lagi kemampuan mereka. Akan tetapi, apakah mereka mempunyai pengalaman untuk menjadi wakil/ pemimpin rakyat menuju kesejahteraan.

Kedua, pengambilan keputusan. Dalam memimpin sebuah daerah diperlukan perhitungan yang teepat dalam pengambilan keputusan. Jangan sampai salah dalam pengambilan keputusan yang semena-mena dan merugikan rakyat miskin.

Ketiga, perilaku yang baik. Hal ini sangat banyak menjadi sorotan publik karena akan menjadi contoh yang baik atau justru malah sebalik. Kasus ini pernah menimpa pasha ungu saat menjadi pemmpin upacara, dalam upacara tersebut dia melakukan kesalahan dalam proses upacar. Dan yang sangat tidak patut dicontoh adalah ketika akan memulai acara upacar, dia merokok didepan banyak staaf dan karyawannya.

keempat, akhlak. Sudah menjadi syarat jika seorang pemimpin harus mempunyai akhlak yang baik.

terlepas dari semua hal diatas, mari kita doakan semoga para wakil rakyat dapat mengemban tugasnya dengan baik dan mampu menuntun bangsa Indonesia menjadi lebih sejahtera. amin

daftar pustaka :

http://www.kemendagri.go.id

http://showbiz.liputan6.com/

 

Advertisements