Manusia dan Sastra

Hampir setiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities, ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti terdapat dalam filsafat atau agama dibanging dengan cabang the humanities yang lain seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan yang penting karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikan normative.

Karena seni adalah ekspresi yagn sifatnya tidak normative, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normative, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.

Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting, alas an pertama karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hamper semua pernyataan kegiatan manusia, dalam usahannya untuk memahami dirinya sendiri yang kemudian melahirkan fisafat manusia mempergunakan bahasa, dalam usahanya untuk memahami alam semesta yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan manusia mempergunakan bahasa, salam usahanya mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu social, manusia mempergunakan bahasa, dengan demikian manusia dan bahasa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.

Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karyasastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

Cabang-cabang seni yagn lain pada hakekatnya juga abstrak. Gerak gerik dalam seni tari misalnya masih perlu dijabarkan, meskipun bunyi-bunyi dalam seni music lebih cepat dinikmati, bunyi-bunyi itu sendiri masih memerlukan penafsiran. Sebaliknya sastra adalah penafsiran itu sendiri, meskipun dalam penafsirannya sastra masih dapat ditafsirkan lagi.

Sastra juga didukung oleh cerita, dengan cerita orang lebih mudah tertarik dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak normative. Cabang-cabang yang lain juga dapat menarik tanpa cerita akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan ggasannya dalam music misalnya kata-kata penciptanya tertelan oleh melodi. Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyimpanan nilai-nilai kemanusiaan, kepekaan menyebapkan dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang lain.

PROSA

            Istilah prosa banyak padananya, kadang-kadang disebut narrative fiction, proses fiction atau hanya fiction saja, dalam bahasa Indonesia sitilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi, istilah rekaan umunya dipakai untuk novel, roman atau cerita pendek.

Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru :

Prosa lama meliputi :

Dongeng – dongeng

Hikayat

Sejarah

Epos

Cerita pelipur lara

Prosa baru meliputi :

Cerita pendek

Roman/novel

Biografi

Kisah

Otobiografi

NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI

Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan, atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra.

Prosa fiksi memberikan warisan kultural

Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

Novel seperti siti nurbaya, salah asuhan mengungkapkan impian-impian dan harapan-harapan.

Prosa fiksi memberikan kesenangan

Kesitimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu, atau kejasian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembankan imajinasinya untuk mengenal kejadian yang dikisahkan, yang belum dikunjunginya atau yagn tak mungkin dikunjungi selama hidupnya

Prosa fiksi memberikan informasi

Fiksi memberikan sejenis informasi yagn tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalsitik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan dating atau kehidupan yang sama sekali.

Prosa memberikan wawasan

Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

Adanya semacam kaidah kemungkinan yang tidak mungkin dalam fiksi inilah yang memungkikan pembaca untuk dapat memperluas dan memperdalam presepsi dan wawasan tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia.

Manusia dan Cinta Kasih

 

  1. PENGERTIAN CINTA KASIH

Cinta adalah  rasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.
Cinta sama sekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut :

  1. Cinta bersifat manusiawi
  2. Cinta bersifat rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah
  3. Cinta menunjukkan perilaku member, sedangkan nafsu cenderung menuntut

Cinta juga selalu menyatakan unsur – unsur dasar tertentu, yaitu :

  1. Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya
  2. Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar berdasarkan atas  suka rela
  3. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka dirinya
  4. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia
  • KASIH SAYANG

Erich Fromm dalam bukunya “Semi Mencintai” mengemukakan tentang adanya macam – macam cinta, yaitu :

  1. Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta Persaudaraan tidak mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
  2. Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya
  3. Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dari diri sendiri. Cinta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
  4. Cinta terhadap ALLAH
  •  KEMESRAAN

Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih. Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu :

  1. Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber. Pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat
  2. Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun awal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
  3. Kemesraan Manusia Usia Lanjut
  • (egapramesti.wordpress.com/2011/04/30/)CINTA MENURUT AGAMA ISLAM

Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama, tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan. Di satu pihak ada yang mengatakan, cinta di dengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain ada juga yang mengatakan dalam praktik kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan.Cinta menampakkan di dalam kehidupan manusia dalam berbagai bentuk, kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, kadang-kadang seseorang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya allah dan rasulnya, berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an

  • BELAS KASIH

Kasih sayang atau belas kasih ialah sifat yang terdapat baik pada Allah maupun pada manusia.
Belas kasih adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh semua manusia. Mungkin banyak yang mengira ini melulu tentang uang. Bila orang berbelas kasih kepada orang lain berarti ia lalu membantu orang itu secara finansial.
Namun tidak hanya itu, semua orang hidup di bawah belas kasih orang lain. Bagaimana tidak, seberapa pun banyak uang yang kita miliki, jika kita sakit dan pergi berobat ke dokter, kita tergantung pada belas kasihan dokter. Jika kita mendapat dokter yang tidak berbelas kasihan—hanya dimotivasi uang—penyakit kita tidak ia sembuhkan, malahan mungkin makin parah demi kita membayar lebih banyak. Maka Wapres pun pernah mengeluhkan kondisi ini karena akibat ketidakpercayaan terhadap dokter Indonesia, banyak orang memilih berobat ke Singapura.
Bahkan dalam keseharian kita pun kita harus ingat bahwa kita hidup dalam belas kasihan orang lain. Terutama di jalan raya. Walau kita sudah berhati-hati dan berusaha menaati peraturan lalu-lintas, jika ada satu orang saja yang tidak berbelas kasih kepada orang lain dan berniat mencelakai hidupnya sendiri dan hidup orang lain, kita bisa celaka. Dan masih banyak contoh lain. (Ingat kasus bom Bali, bom di depan kedutaan Australia, korupsi, dan berbagai kejahatan lain?)
Oleh karena itu kita harus memohon belas kasihan Tuhan dalam kehidupan kita. Dan untungnya Tuhan adalah pribadi yang penuh dengan belas kasih dan pribadi yang murah hati. Sejak zaman Adam, Dia memberikan belas kasih yang tak terkira, mengingat dosa dan kejahatan manusia yang tak terperikan. Dosa-dosa kita juga. Puncaknya adalah saat Dia menjelma menjadi manusia dan hidup di tengah-tengah kita—Yesus Kristus.
Sebagai representasi Allah, Yesus Kristus menunjukkan belas kasih yang sangat besar. Belas kasih terbesar pengurbanan-Nya di kayu salib yang membebaskan kita dari cekikan dosa. Seperti yang tertulis dalam Ibrani 8:12, “Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”
Lalu bagaimana dengan kita yang sudah ditebus dari dosa ini? Ada dua hal yang harus kita lakukan:
Selalu mengingat bahwa kita hidup di bawah belas kasihan, terutama belas kasihan Tuhan. Seperti firman-Nya dalam Roma 9:15, “Sebab Ia berfirman kepada Musa: ‘Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.’” Tanpa belas kasih-Nya, sebenarnya kehidupan kita sia-sia, bahkan bisa dikatakan sebenarnya kita sudah mati.
Menaruh belas kasih kepada orang yang lebih lemah daripada kita. Kitab Amsal 19:17 mengatakan, “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” Kita orang-orang yang sudah memperoleh belas kasihan Tuhan, sudah seharusnya menyebarkan kasih kepada orang lain sebagai duta-duta Tuhan di dunia ini.

  • CINTA KASIH EROTIS

Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. cinta kasih erotis bersifat ekslusif, bukan universal, pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan dengan pengalaman yang dapat di eksplosif berupan jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu , pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanya sementara.

Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali bukan merupakan nafsu fisi belaka, untuk meredakan ketegangan yang menyakitkan. Rupanya keinginan seksual dengan mudah dapat di dicampuri atau di stimulasi oleh tiap-tiap perasaan yang mendalam.

Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan, sering kali eksklusivitas  dalam cinta kasih erotis di salah tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik, contoh sering kita jumpai separang orang-orang yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainya.

Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sunguh-sunguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi orang lain(wanita ataupun pria). Hal ini merupakan dasar gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah memilih jodohnya sendiri, beda halnya dengan kebudayaan barat/ zaman sekarang, gagasan itu ternyata tidak dapat diterima sama sekali. Cinta kasih hanya di anggap sebagai hasil suatu reaksi emosional dan spontan.

Dengan demikian, bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari perbuatan kemauan.

Aside

Budaya Timur ” Masih ” Merupakan Budaya Indonesia

Budaya Timur ” Masih ” Merupakan Budaya Indonesia

Membentang dari sabang sampai merauke. Negeri dengan kekayaan alam yang mengakar di setiap jengkal tanah yang dipijak. Flora dan fauna menjadi penjaga keasrian batu zamrud di garis khatulistiwa ini. Berpuluh ribu kepulauan membentang diatas samudera yang menyembunyikan misteri laut yang begitu indah. Keragaman budaya dan adat istiadat menjadikannya kaya akan kemajemukan yang menjadi aset menggirukan. Negeri ini adalah warisan dunia akan sebuah potensi dan kekayaan. Ya aku sedang berbicara mengenai Indonesia.

Indonesia adalah sebuah negara yang terletak di bagian timur dunia. Secara geografis Indonesia terletak diantara benua Asia dan Australia yang merupakan bagian timur dunia. Hal ini menjadikan budaya dan corak ketimuran menjadi identitas jiwa masyarakat Indonesia. Walaupun Indonesia terdiri dari beratus-ratus suku dan golongan, adat ketimuran kental di individu masyarakat negeri ini. Nilai luhur ini merupakan warisan yang diturunkan para pendahulu untuk diteruskan ke generasi berikutnya. Saya yakin semua orang tua di Indonesia menanamkan budaya timur ke dalam diri anaknya.

Sebenarnya apa itu budaya timur dan apa bedanya dengan budaya barat ? Masyarakat dari bangsa timur dikenal dengan keramahtamahannya, bahkan terhadap orang asing. Kepribadian bangsa timur juga kental dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun berpakaian. Cara berpakaian orang timur cenderung tertutup dan tidak ‘mengumbar’. Sifat tidak individualis, saling menghargai dan tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih menjadi sifat yang dijunjung bangsa timur. Kebiasaan untuk menjaga tali silaturahmi antar sesama, pekerja keras, tingkat keagamaan atau religiusitas yang tinggi, menjadi suatu hal yang lumrah di masyarakat timur.

Disini saya tidak bermaksud untuk mengatakan kebudayaan barat berbeda 180 derajat dengan budaya timur. Budaya barat juga memiliki kelebihan yang membedakan dengan budaya timur.  Orang Barat menggunakan ilmu pengetahuan dan filsafat dalam tindakannya. Mereka melakukan berbagai diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan makna yang sebenarnya. Penghargaan terhadap martabat manusia, kebebasan, dan penciptaan dan pemanfaatan teknologi menjadi suatu identitas bagi bangsa barat. Sebagai contoh, Liberalisme dalam dalam bertutur kata, berpakaian dan berpendapat tanpa membedakan status sosial adalah suatu hal yang wajar. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan.

 

Secara general, tabel ini memperlihatkan perbedaan antara orang barat dengan orang timur.

 

Orang Barat

Orang Timur

Opini

Langsung ke pokok permasalahan

Berbelit-belit dalam mengutarakan pendapat

Waktu

Sangat menghargai waktu

Cenderung jam karet

Hubungan keluarga

Cenderung individualistis

“Nggak ngumpul berarti nggak makan”

Sesuatu yang baru

Cenderung tidak ingin langsung memilikinya, sekedar tahu dulu

Cenderung konsumtiv terhadap barang baru

Anak

Dididik mandiri semenjak kecil

Cenderung dimanja dan belum bisa mandiri

Transportasi

Naik sepeda atau jalan kaki

Cenderung naik kendaraan bermotor

Menghadapi masalah

Cenderung mencari cara bagaimana menyelesaikan masalah itu

Cenderung menghindari masalah

Makan

Dibagi 3 : Pembuka, penutup, utama

Semua makanan utama

Weekend

Lebih sering menghabiskan waktu dirumah

Lebih sering jalan-jalan ke mall atau tempat hiburan

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah benar Indonesia masih menganut budaya timur ? Apakah budaya timur yang katanya sopan dan ramah telah terkikis oleh penetrasi kebudayaan barat ? Saya akan share sedikit pengalaman yang saya alami.

Semenjak lahir saya selalu tinggal di Jakarta, sang ibu kota metropolitan. Harus saya akui kehidupan di Jakarta cukup keras. Kalau kata hukum rimba, siapa yang kuat maka dia yang akan menang. Mungkin pepatah terlalu ekstrim, namun saya cenderung melihat tren yang bergerak ke arah tersebut. Mengapa ? Karena terdapat pengikisan identitas yang terjadi di kota tempat tinggal saya.

Ketika saya kecil, saya selalu dididik sopan santun oleh kedua orang tua saya. Benar adanya kalau semua orang tua pasti mewariskan nilai luhur budaya timur kepada anaknya. Saya diajarkan untuk jalan menunduk kalau di depan orang tua, berpakaian rapi, mandi harus 2 kali sehari, dan lain-lain. Hal tersebut juga terjadi pada teman-teman sepermainan saya. Budaya timur masihlah kental di lingkungan saya. Itu mutlak.

Saya beranjak remaja dan seiring berjalannya waktu, saya melihat adanya kecenderungan pemudaran budaya timur. Ketika globalisasi terjadi, saya melihat budaya barat adalah kiblat baru dari arah pergerakan budaya timur. Sebagai contoh :

  1. Gaya pakaian: Budaya timur yang mengenakan pakaian tertutup mulai hilang dan tergantikan dengan pakaian yang agak terbuka dan mengumbar aurat. Buktinya ? Lihat saja di televisi.
  2. Tutur kata: Budaya timur terkenal dengan tutur katanya yang halus, namun hal tersebut cenderung memudar. Hal ini ditandai dengan amarah dan nada bicara tinggi untuk cara bicara. Hal ini disebabkan oleh tempramen karena tuntutan ekonomi yang menekan. Selain itu bahasa asing juga sudah mulai menggantikan kosa kata bahasa Indonesia. Buktinya ? Lihat saja penggunaan istilah asing yang tak bisa di terjemahkan ke bahasa Indonesia.
  3. Tren musik: Saat ini musik asing bebas masuk ke Indonesia dan mulai mengakar di jiwa anak muda. Nasionalisme dalam musik dalam negeri mulai tergantikan oleh lirik-lirik berbahasa asing. Buktinya ? Musik Indonesia mulai menggunaakn bahasa asing.
  4. Makanan: Saat ini banyak sekali restoran cepat saji milik negara barat. Anak-anak muda cenderung lebih menyukai restoran tersebut dibandingkan makanan khas daerahnya. Makanan daerah, kuno deh. itu penjabaran secara singkat. Buktinya ? kalau dibayarin lebih pilih mana : Makan di restoran perancis atau restoran padang ?
  5. Sopan santun: Ini merupakan pengikisan budaya yang paling saya sangat sayangkan. Saya melihat sekali adanya perbedaan sopan santun ketika saya dulu kecil dengan ketika saya berusia 4 tahun sekarang. Saya melihat sikap ramah tamah mulai tergantikan dengan sikap cuek dan ‘jutek’. Anak-anak muda banyak yang tak menaruh hormat pada tetuanya. Senyum tak selalu menjadi mimik muka ketika menyapa, dsb. Bukti kecilnya ? jarang ada anak muda yang jalan menunduk di depan orang tua.
  6. Kepercayaan: Pelajaran yang saya pegang teguh ketika hidup di Jakarta adalah, jangan percaya dengan orang asing karena banyak serigala berbulu domba dimana-mana. Dulu saya punya pengalaman pahit dicopet karena terlalu percaya dengan orang asing di bus. Niatnya mau menolong malah apes sendiri. Ketika berjalan di keramaian kita dituntut untuk waspada karena tak semua orang adalah orang yang tak punya niat jahat.

Lalu apa kesimpulan setelah saya tinggal 4 tahun di jakarta, yang notabennya ibu kota negara. Budaya timur memang merupakan budaya yang menjadi identitias masyarakat. Generasi tua masih mengajarkan nilai luhur budaya timur ke anak-anaknya. Namun terjadi kecenderungan untuk mengubah kiblat ke budaya barat, terutama di generasi muda. Kalau kalimat gaulnya ‘ah kuno loh kalau nggak ngikutin budaya barat.’ Jika ini terus dilanjutkan maka masyarakat Indonesia akan kehilangan identitas aslinya, yakni budaya timur.

seperti yang dikutip dalam blog saudara fadil ( http://fadli-ahmad.blogspot.com/2012/12/5-kebudayaan-indonesia-yang-mulai-pudar.html ) ada 5 kebuyaan indonesia yang mulai punah.

Budaya tersebut diantaranya :

1. Cium Tangan Pada Orang Tua
Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tahu dengan budaya yang akan dibahas ini, tapi belakangan kita bisa melihat, merasakan (bahkan mungkin mengalami) udah mulai berkurang. Jadi, kami coba angkat deh, supaya Anda mau mengembalikan budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya

2. Penggunaan tangan kanan
dalam penggunaan tangan kanan dapat dilihat ketika para remaja mengambil makanan atau snack menggunakan tangan kirinya yang seharusnya menggunakan tangan kanan.Dan tidak ketinggalan ketika makan steak garpu yang seharusya ditangan kanan (adab makan yang diajakarkan rasul) dipegangditangan kiri.

3. Senyum dan Sapa
Bila di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan.
(kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir)

4. Musyawarah
Ini sih Indonesia banget! Dulu citra bangsa kita identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.

5. Gotong Royong
Satu lagi budaya yang udah jarang ditemuin khususnya di kota-kota besar semisal Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri.